Wednesday, May 5, 2021

Abundance Race Day 22

 πŸ― Materi Abundance Race 22🏯


🀝🏻 KONTRIBUSI ITU SUMBER UANG 🀝🏻


“Bila suatu bisnis makin tergantung pada uang, semakin kecil kemungkinannya untuk sukses”

– Mark McCormark -


Dan begitulah…, tahun 1957 Standard & Poors menyusun 500 daftar perusahaan terbaik. Empat puluh Sembilan tahun kemudian, dari 500 perusahaan itu hanya tersisa 16% atau  74 perusahaan yang masih layak masuk dalam peringkat terbaik, sisanya 84% atau 426 perusahaan nyungsep, hilang dari peredaran. 


Penyebabnya ternyata bukan karena masalah finansial, salah urus atau miss management namun karena ketidak patuhan atau pelanggaran pada “nilai” dan “moralitas” etika bisnis. (paragraph ini saya sitasi dari tulisan Pak Jamil Azzaini)


Adalah DR. Gay Hendricks dan DR. Kute Ludeman Dalam bukunya The Corporate Mystics yang menyimpulkan bahwa Pemimpin yang akan sukses di abad 21 adalah pemimpin yang mempunyai visi spiritual dalam hidupnya.


Spiritual disini bukan berarti semata jago dalam ibadahπŸ˜‚πŸ˜‚. Spiritual disini adalah pemberian “Nilai dan makna” dalam karya usaha mereka. Mereka bukan sekedar ingin “mencetak uang” dalam bisnisnya mereka mencetak kebermanfaatan dalam bisnisnya jauh melebihi dari sekedar nilai dari uang..πŸ€—


Setelah membaca dari berbagai sumber tentang masalah ini. Saya jadi kepikiran; kalau perusahaan besar dengan manajemen bagus dan sumber finansial tak terbatas bisa nyungsep dalam kurun 49 tahun, apatah lagi saya yang secara personal dari sisi manajemen dan finansial tidak ada seujung kuku mereka.


Kalau sebuah perusahaan dengan manajemen yang relative bagus hanya perlu waktu 49 tahun untuk nyungsep, tentu kalau dalam skala individual dalam benak saya nyungsepnya akan lebih cepat lagi.


Saya pernah mengalami masa dimana mentalitas saya berkata bahwa semua skill dan keahlian yang saya miliki ujung-ujungnya adalah uang. 


Saya professional dan perfeksionis, namun saat mengalami mentalitas itu, masalah tidak pernah pergi terlalu jauh dari hidup saya.


Hingga suatu ketika, level kesadaran saya bergerak naik, karena semua terasa mentok dan buntu. Saya berserah dan menyerahkan semuanya, mentalitas lama saya perlahan saya kikis habis kecuali profesionalitas, integritas dan kredibilitas. Semenjak saat itu semuanya jadi terasa lebih mudah, lebih berkah, lebih mudah bersyukur, lebih mudah tersenyum πŸ˜…πŸ˜….


Kadang sebuah peringatan yang pernah kita baca, bahkan barangkali berulang membacanya tidak akan menimbulkan bekas, apalagi kesan, hingga kita dibenturkan pada sebuah masalah. Barulah setelah kita kepentok, kemudian kita sadar makna dari sebuah nasihat setelah kita “mengalaminya”. 


Begitulah kadang orang bebal seperti saya harus dijedotkan kepalanya agar sadar πŸ˜‚.


Nasihat ini dulu sekali pernah saya baca, namun ya sekedar menjadi sebuah “kata-kata bijak” saja buat saya saat itu πŸ˜‚wkwkwk.


Saya tidak tahu apakah anda pernah membaca nasihat ini.


πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡πŸ»

[10:51 PM, 5/3/2021] Bang Fahmi: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang ada di pikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya: Kebingungan yang tiada putusnya, Kesibukan yang tidak ada ujungnya Kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan Keinginan, yang tidak tercapai." (HR. Ath Thabrani).


Kita spot lagi ya…:

1. Kebingungan yang tiada putusnya

2. Kesibukan yang tidak ada ujungnya

3. Kebutuhan yang tidak terpenuhi

4. Keinginan, yang tidak tercapai


Jujur, saya pernah mengalaminya, entahlah dengan anda..


Barulah setelah saya memperbaiki mindset saya, berserah dan menyerahkan semua urusan padaNya. Pengalaman-pengalaman yang biasanya juga hanya pernah saya baca, menghampiri kehidupan saya. 


Tidak heran Nabi Muhammad pernah berpesan ini dalam hidupnya;


"Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat maka dia mendapatkan tiga perkara:

1. Allah menjadikan kecukupan di hatinya;

2. Allah mengumpulkan urusannya; dan

3. Dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina (dunia datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita kejar).


Dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara:

1. Allah menjadikan kemelaratan ada di depan mata;

2. Allah mencerai-beraikan urusannya; dan

3. Dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja."

(HR.At-Tirmidzi).


Dalam bahasa yang lebih universal, saya menyebut urusan akhirat ini sebagai “Kontribusi” kita bagi berjalanya mekanisme semesta. Kita tidak lagi terpenjara dalam ego kita untuk “mendapatkan” namun lebih pada memaknai hidup dengan apa yang bisa kita berikan pada mekanisme semesta, pada kebermanfaatan kita. Memahami bahwa sebaik-baik menusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi menusia lain dan semesta begitu ujar nabi Muhammad.


Yah… begitulah pelajaran yang saya dapat setelah kejedot masalah dalam hidup saya… saya tidak tahu, namun setelah kejadian itu juga saya baru bisa terima bahwa kadang bukan kesenangan yang mendewasakan kita, namun sebaliknya masalah lah yang membuat kita bisa terbuka mata.


Oke deh sepertinya sudah cukup panjang untuk malam ini....semoga proyek2 impianya lancar dan ide terus mengalir....


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

No comments:

Post a Comment

Abundance Race Day 29

 πŸ― Materi Abundance Race 29🏯 🧘🏻‍♂️ RELATIVITAS WAKTU , KETENANGAN JIWA dan REZEKI 🧘🏻‍♀️ Pernah tidak mengalami, saat kita sedang dalam...