Friday, April 30, 2021

Abundance Race Day 17

 πŸ― Materi Abundance Race 17🏯


🀲🏻 MISTERI REZEKI🀲🏻


Malam tadi ketika mau sholat di mushola saya nemu uang 50 ribu didepan pagar rumah saya😁. Saya pungut uang tersebut dan saya angin-anginkan di lantai teras karena basah bekas kena hujan. Saya meneruskan pergi ke mushola. Setelah sampai kembali dirumah saya tanyakan pada istri , anak dan orang-orang dekat kami, barangkali merasa kehilangan. Jawabanya bukan milik mereka.


Oke…kalau begitu kita sedekahkan kata saya. Pagi tadi sambil ngantar istri ke pasar, saya bawa uang tersebut. Saya akan berikan pada orang yang membuat hati saya sreg memberikanya. Dipasar saya ketemu dan dicolek-colek beberapa pengemis, namun saya tidak tergerak untuk memberikan uang tersebut. Saya sudah hampir lupa misi saya selain mengantar dan mengangkat belanja istri adalah untuk membagikan uang nemu tersebut. Hingga ketika berjalan menuju tempat parkir saya melihat bapak2 maaf tuna netra sedang berjalan searah dengan kami, beliau tidak terlihat meminta-minta dan tiba-tiba saja hati saya tergerak untuk memberikan uang tersebut..πŸ€—


Setelah kejadian pagi tadi itu, kembali saya diingatkan bahwa rezeki adalah misteri. Saya tidak tahu apa doa dari bapak² tuna netra tersebut malam tadi. 


Saya juga tidak tahu siapa yang kehilangan uang itu malam tadi, yang saya tahu pagi ini saya digerakkan untuk memberikan uang itu. Barangkali kalau dirunut banyak kejadian sebelumnya pada uang tersebut baik dari sisi yang uangnya tercecer maupun dari sisi si penerima uang tersebut.


Saya dalam hal ini adalah pihak perantara antara yang merasa kehilangan dan yang merasa mendapat rezeki. Barangkali dari sisi materi saya tidak mendapat manfaat apa-apa dari proses menjadi perantara tersebut, namun dari sisi energy, saya merasa MENDAPAT KELIMPAHAN ENERGY.


Sehingga dalam perpindahan materi (bentuk lain dari energy) kadang tidak hanya terjadi proses berkurangya sesuatu pada satu pihak dan bertambahnya sesuatu pada pihak lain, namun juga ada limpasan energy lain yang belum berbentuk materi bagi orang atau agen berpindahnya materi/energy tersebut.


 Limpasan ini sebelum mewujud menjadi materi akan menjadi tabungan energy bagi agen tersebut.


Bagi saya, ini semakin menguatkan paham saya bahwa Jika Tuhan berkehendak, rezeki akan datang pada siapa saja yang dikehendakinya.


Dalam kasus bapak2 tuna netra tadi, ini adalah domain rezeki yang dijamin oleh Tuhan. Kalau ingin rezeki lebih, tentu kita harus menjadi “jalan” bagi berputarnya rezeki melalui karsa dan karya kita, lalu kita masuk domain rezeki kontribusi. Lebih tinggi lagi masuklah ke domain rezeki kontribusi dan syukur, selain berkontribusi juga tetap menjaga hati dari rasa kecewa terhadap apapun selain rasa syukur, kerena sudah dimanfaatkan oleh Tuhan menjadi rantai rezeki di bumi. Lebih tinggi lagi tentu duduklah pada domain kontribusi + syukur + berserah ikhlas.


Ga terlalu penting sebenarnya mengatur jalanya rezeki. Untuk dapat ini saya harus begini, untuk dapat itu saya harus begitu. Dengan berpikir begini, yang terjadi kita sudah membatasi jalanya rezeki. Dalam pandangan saya, yang perlu kita lakukan hanyalah meminta, berkontribusi, bersyukur dan kemudian menyerahkan semua mekanisme jalanya rezeki pada sang Maha Pemberi Rezeki. 


Biarlah rezeki tetap menjadi misteri agar manusia tetap berkontribusi. Tidak perlu ada teory Grand Design untuk mengkooptasi mekanisme rezeki.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

No comments:

Post a Comment

Abundance Race Day 29

 πŸ― Materi Abundance Race 29🏯 🧘🏻‍♂️ RELATIVITAS WAKTU , KETENANGAN JIWA dan REZEKI 🧘🏻‍♀️ Pernah tidak mengalami, saat kita sedang dalam...