π― Materi Abundance Race 18π―
KEBUTUHAN, UJIAN, KEBERSERAHAN, KECUKUPAN
Pagi tadi ketika ngantar istri ke pasar saya ketemu dengan sahabat saya sejak kecil. Beliau pengusaha UMKM produsen kerupuk dan pentol bakso. Saya banyak mendapat insight dari beliau ini..π
Contohnya pagi ini, ketika bertemu, kami ngobrol tentang bisinis beliau. Saya bertanya bagaimana omzet baksonya ?. Beliau menjawab Alhamdulillah mas Rezekinya si Tole (anak beliau) yang sekarang kuliah di Malang. Alhamdulillah ujar saya menimpali.
Sebagai sahabat sedikit banyak saya tahu dulu usaha pentol baksonya belum semaju sekarang. Namun semenjak Tole kuliah dan ada post yang harus dipenuhi usaha pentol baksonya berkembang bagus. Dan itulah yang kami berdua percaya, bahwa Allah itu mencukupi kebutuhan setiap mahluknya.
Bahwa ada saat saat dimana kita dalam keadaan genting dan merasa was-was adalah hal manusiawi. Itu adalah latihan agar terlihat mana yang bisa berserah total mana yang ragu-ragu, dan mana yang justru putus asa dan uring2an.
Bukankah Allah pernah memberi penjelasan bahwa “Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, rasa lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).
Yang namanya ujian itu tentu ada tujuan akhirnya, yakni untuk meningkatkan kualitas kesadaran kita. Kalau kita menyadari bahwa kita sedang dalam masa ujian tentu kita akan sabar, karena setiap masa pasti akan berganti dengan masa yang baru. Yang sering kali membuat tidak sabar adalah karena ketidak tahuan kita, bahwa kita sedang mengalami masa ujian. Ketidak tahuan menimbulkan ketidak sadaran, ketidak sadaran memicu ketidak sabaran, ketidak sabaran menghilangkan rasa syukur, ketidak syukuran menghilangkan kegembiraan.
Maka urutannya jelas jika mengacu pada petunjuk ayat diatas adalah :
“Ujian – sabar – gembira/ridho/berserah - rezeki datang” atau sebaliknya
“Ujian - tidak sabar – marah/tidak terima/kemrungsung – rezeki terbang”
Teman saya yang seorang widyaiswara pernah berseloroh pada saya, kalau mas yang ngomongin masalah berserah saya lebih mudah percaya, karena orang swasta murni seperti mas, ga ada sandaran lain selain Allah π, ga seperti saya yang tiap bulan masih ada hijab bersandar pada gaji katanya sambil tertawa ha ha ha.π
,Dan… setelah saya pikir-pikir beliau 100% benar, dulu saat saya masih Internasio dan project2 pemerintah yang bergaji bulanan, level keberserahan saya belum seperti ini. Namun ini bukan alasan bahwa orang gajian kalah berserahnya dibanding orang model saya ππ .
Masalah berserah ini Cuma masalah mengalami berkali-kali kemudian mempercayainya tanpa reserve sehingga menjadi believe, bahwa Allah Tuhan yang Maha Kaya Tahu kebutuhan hambanya dan pasti dipenuhinya. Believe itulah yang hingga saat ini kami pupuk dan jaga karena ujian dan rasa was-was terus mengintai agar saya kembali menjadi manusia kemrungsung wkwkwk...ππ
Saya percaya, setiap anda pernah mengalami seperti apa yang sahabat saya dan saya rasakan. Bahwa Allah Yang Maha Baik sudah mencukupi semua kebutuhan kita. Hanya saja kita sering dibuat sport jantung sebelum pertolongan itu datang..π
Nah… maunya kita kan, ga usah sport jantung dong ya Allah he he… iya nggak sih…π .
Namun tahukah anda bahwa kondisi yang fine-fine saja terus menerus itu berbahaya bagi ke-imanan kita. Lama-lama kita akan kehilangan ketergantungan kita pada Tuhan. Lalu kita akan sombong dan arogan seperti Qorun.
Dan… kalau sudah seperti Qorun, tentu anda sudah tahu apa yag terjadi pada Qorun. Eh… banyak lho Qorun model baru sekarang ini π .
Jangan salah…, ujian bukan melulu finansial. Bagi yang secara finansial berlebihan, ujianya bisa masalah lain, misal masalah percintaan, masalah anak, masalah keluarga, masalah bisnis dan sebagainya. Tiap orang bisa jadi ujianya beda namun tujuanya sama yakni agar level keberserahan kita meningkat.
Kalau saya kog melihatnya begini ya…., ujian itu bentuk kasih sayang Allah pada hambanya, supaya ga kebablasan kaya Qorun dan umat2 terdahulu.
Karena mekanisme semesta itu dari awal diciptakan tunduk pada Allah, jadi kalau ada yang sombong dan tidak tunduk berserah pada Allah maka dia akan dilibas oleh sebuah mekanisme yang dari awal proses penciptaanya dibuat seperti itu. Jadi bukan karena Allah baperan lalu mengazab … hemat saya karena mekanisme nya telah bekerja sempurna. Ini ibarat kita sepakat bahwa kalau ada yang mencuri akan dipukuli, nah ketika anda ketahuan mencuri lalu dipukuli , anda bilang wah masyarakat disini baperan masa saya mencuri aja dipukuli wkwkwk ππ.
Yang perlu dipahami adalah bahwa dunia ini penuh ketidak pastian. Kita tidak tahu satu detik kedepan apa yang akan terjadi pada diri kita. Sehingga opsi yang sangat logis menurut saya adalah keberserahan. Nggak berserah pun ya gak bisa berbuat apa apa kan ?
Eh ada yang salah paham… tapi kan ga mungkin kita diam aja celetuknya… ya iyalah… yang namanya berserah muncul setelah kita melaksanakan usaha terbaik kita. Masalah hasil ya kita serahkan pada Nya. Itu sebabnya saya sering minta bantuan doa pada istri dan anak saya, karena saya tidak bisa menghasilkan uang, saya tidak berdaya, saya tidak mampu, hanya Allah yang mampu, yang maha kaya, yang maha berdaya. Allah yang memberikan kami rezeki, bukan pekerjaan atau kemampuan saya, karena faktanya saya tidak mampu tidak kuasa. Believe inilah yang selalu saya tanamkan pada diri dan keluarga saya, karena dulu saya pernah benjut babak belur mempunyai believe yang salah ππ πππ
Oke deh saya rasa sudah cuku panjang untuk malam ini semoga anda dapat esensinya ππ
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
No comments:
Post a Comment