☕ REZEKI TIDAK AKAN TERTUKAR☕
Pernah dengar istilah di atas kan…? Nah beberapa minggu lalu ada sebuah peristiwa yang bisa menjelaskan ini dengan “mudah-mudahan” cukup jelas.
Seperti biasa karena “kemalasan” π saya membersihkan halaman rumah yang cuma seuplik itu dari rumput liar. Saya mencari tukang bersih-bersih rumput. Mama R yang biasa melakukan tidak bisa dihubungi, mas P yang pernah saya mintai bantuan juga tidak bisa dihubungi. Kami menunggu beberapa hari sambil mencari orang dan terus berusaha menghubungi kedua orang tersebut namun tidak berhasil juga.
Lalu istri saya berinisiatif menanyakan pada tetangga sebelah tukang bersih-bersih rumput yang biasa di mintai tolong oleh nya. Singkat cerita setelah nomornya diberi kami hubungi dan sepasang orang tua datang memebrsihkan halaman rumah kami.
Hasil kerjanya bagus dan bersih. Saya puas dengan hasil kerjanya.
Sebelum pulang bapak dan ibu tersebut saya Tanya dimana rumahnya. Lalu mereka menjawab dimana mereka tinggal. Rupanya mereka baru saja pindah rumah karena rumah mereka sekaligus tempat usaha mereka yang asalnya dipinggir jalan besar terjual untuk membayar hutang anaknya.
Mereka tidak sanggup lagi diintimidasi para preman yang menagih hutang anaknya pada mereka.
Mereka sekarang tinggal digubug kecil yang mereka bangun dari sisa uang mereka. Mereka bilang kalau malam mereka sibuk menutup pintu rumah dengan memaku triplek bekas sekedar agar angin tidak masuk ke rumah mereka.
Di lain sisi… saya memiliki panel pintu dari kayu ulin yang tidak terpakai. Sudah sejak kurang lebih setahun yang lalu panel pintu ini saya simpan.
Saya berharap suatu saat ada orang yang membutuhkan panel pintu ini, lengkap dengan engsel dan kuncinya. Setelah hampir setahun barulah si calon pemilik panel pintu yang sudah saya cadangkan itu datang.
[1:30 PM, 5/2/2021] Bang Fahmi: Itu artinya Tuhan sudah menyiapkan rezeki bagi bapak dan ibu tadi katakanlah setahun lalu, sebelum kejadian mereka harus menjual rumah dipinggir jalan dan harus pindah ke rumah barunya saat ini.
Peristiwanya pun harus melalui proses ketidak berhasilsan kami menghubungi mama R dan mas P yang biasanya membantu kami membersihkan rumput di halaman.
Sepertinya waktunya sudah diatur pada saat yang tepat. Saya sudah mengirimkan sinyal pada semesta bahwa saya punya panel pintu yang bisa digunakan orang yang memerlukan hampir setahun lalu, dan selama waktu itu rupanya tidak ada doa yang meminta rezeki panel pintu itu. Bahkan barangkali si bapak dan ibu tadi selama waktu itu juga belum perlu panel pintu itu. Bahkan barangkali belum membangun gubugnya dimana saat ini mereka tinggal. Kalaupun sudah terbangun barangkali situasi dan kebutuhan akan pintu itu belum sedemikian mendesak karena ketiadaan biaya untuk membelinya.
Begitulah…sepertinya Allah telah mengijabah doa nya, yang perlu pintu itu dengan mempertemukan kami, melalui “kemalasan” saya membersihkan rumput dihaman rumah saya yang cuma secuil ituπ.
Allah menurunkan rezeki pada saat yang tepat dan jalan yang tidak disangka sangka.
Singkat cerita saya dengan sopan menawarkan panel pintu yang ada dan beliau dengan senang menerimanya. Alhamdulillah saya lega…. Karena jujur menyimpan pintu itu memakan tempat bagi saya. Sekarang semuanya happy… saya happy karena ruangan menjadi lebih lega dan bersih dan semoga bapak dan ibu itu juga happy karena sekarang mereka tidak perlu lagi resah kalau malam tiba.
Entahlah… semoga kehidupan mereka menjadi lebih baik.
Pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita saya ini….. saya percaya setiap orang memaknainya dengan cara berbeda. Terserah anda bagaimana cara memaknai cerita ini….
Semoga ada manfaat nya… terimakasih.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️π§π»♀️
No comments:
Post a Comment