Wednesday, April 21, 2021

Abundance Race Day 09

🏯 Materi Abundance Race Hari 9🏯


KELUARGA ADALAH “BOUNDING” REZEKI


Dua orang bersatu dalam sebuah perkawinan sebenarnya adalah merger rezekiπŸ€—. Itu sebabnya mengapa setelah orang menikah biasanya rezekinya lebih kelihatan daripada sebelum menikah..πŸ˜‚(semoga yg jomblo bisa mengerti).

Misal…, jadi bisa punya rumah, mobil dan sebagainya. Iya nggak sih… he he he.


Merger rezeki ini disebabkan karena masing-masing orang membawa rezekinya sendiri-sendiri. Nah…, dalam potensi rezeki yang dibawa oleh masing-masing individu tadi, level rezeki yang diaksesnya beda-beda yang umum diakses adalah level rezeki 1 dan 2 atau level rezeki dasar dan level rezeki karena usahanya. Sementara level rezeki 3 dan 4 atau rezeki karena mengkases rasa syukur dan rezeki karena mengakses kondisi berserah jarang atau lupa diakses.

[10:58, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Kebanyakan rumah tangga mengakses rezeki dasar (level 1) dan 2. Mengakses level rezeki ini PUNYA KECENDRUNGAN egois dan merasa paling berjasa dalam rumah tangga. Itu sebabnya ada rumah tangga yang kedua-duanya bekerja eh tetap saja kurang dan kemrungsung rumah tangganya. Rumah tangganya selalu dihiasi pertengkaran karena masalah ekonomi dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

[10:59, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Masih ada suami yang berpikiran bahwa dialah sumber ekonomi rumah tangga, sehingga dia menganggap remeh peran istrinya yang cuma ibu rumah tangga… ha ha ha. Hello…., para suami kaya gini emang elo Tuhan wkwkwk. Lo jungkir balik bekerja kalau Tuhan ga kasih duit, elo ga bakalan dapat duit, elo cari duit kan…. Kesanya sinis ya ha ha ha…πŸ˜‚πŸ˜‚

[10:59, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Tapi sware saya pernah mengalaminya, dapat kerjaan banyak …, selesai… dan ga dibayarπŸ˜‚. Karena logika saya mengatakan kalau saya bekerja maka saya dapat duit. Faktanya saya bekerja, bagian saya selesai… eh tim yg lain ga selesai… ga dibayar..

[11:00, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Ada juga suami istri sama-sama kerja cari duit, harusnya pendapatanya dobel kan ya πŸ˜……, namun ga cukup-cukup juga dibanding yang suaminya saja kerja atau yang istrinya saja kerja. Ini bukan masalah nominal ya… ini masalah level rezeki mana yang dominan anda akses.

[11:03, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Saya mau cerita, dulu saya pernah mengalami masa sulit, dimana saya dan istri saya sama-sama bekerja. Tujuanya sama-sama baik, ingin membantu perekonomian keluarga. Namun kami justru terjebak pada rasa-rasa yang paling berjasa dalam keluarga.


Jadi meskipun kesanya saling membantu namun didalam ada persaingan “rasa” aku yang lebih berjasa dalam keluarga ini.

[11:05, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Saya pulang kerja capek, maunya istirahat. Istri saya juga pulang kerja capek kan… maunya juga istirahat. Kalau ada duit, sebenarnya simple gaji asisten rumah tangga selesai, kedua-duanya bisa istirahat. Lha kalau ga ada duit kan harus sama-sama saling mengerti dan saling bantu dalam urusan rumah tangga.


Waktu itu, ini merupakan salah satu yang bikin vibrasi ga enak. Istri merasa ga dibantu, suami merasa sudah melakukan tugasnya. Dua-duanya merasa dongkol didalam…. Ga keluar sih… tapi vibrasinya menyebar ke alam semesta.

[11:05, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Vibrasi kemrungsung mengundang kekemrungsungan lainya. Energi rezeki jadi susah masuk. Jadi ingat pesan orang tua dulu, kalau berumah tangga jangan sering bertengkar nanti malaikat rahmat ga mau masuk. Ternyata benar… rumah tangga yang kemrungsung cenderung rezekinya tersumbat.

[11:06, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Waktu itu sih kami tidak tahu, hikmahnya baru ketahuan beberapa tahun kemudian setelah kami mendapatkan pencerahan-pencerahan dari guru-guru kehidupan kami..πŸ€—πŸ™πŸ»


Sekarang kalau saya pikir-pikir kerjaan saya juga ga beda jauh dari dulu, namun semuanya terasa lebih tentram dan nyaman. Dulu kalau sedang ga punya duit, isinya kemrungsung dan mau marah saja.

[11:07, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Sekarang kalau lagi ga punya duit, anehnya saya bisa tetap anteng saja, ada sebuah rasa “yakin” pasti Tuhan akan memberikan jalan. Apalagi kalau di tambah booster Doanya Nabi Musa “Robbi Inni Lima Anzalta Ilayya Min Khoirin Faqir”,  Artinya  “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

[11:08, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Saya merenung, sekarang istri saya bahkan memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga saja, jadi bendahara saya saja he he he. Logikanya pendapatan kami tentu berkurang, tapi faktanya kehidupan kami jika dibandingkan dulu jauh berubah lebih baik, Alhamdulillah.

[11:09, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Dulu kelihatanya sumbernya dua, namun didalam saling menghancurkan karena “ego merasa lebih berjasa” itu tadi. Sekarang kelihatanya sumbernya satu, namun  sebenarnya rezeki yang dilewatkan ke saya adalah tiga buah potensi rezeki. Rezeki saya, istri dan anak saya. Satu yang sekarang jauh lebih besar dan kuat dibanding dua yang dulu.

[11:10, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Sekarang Saya bukan pegawai, dan sedang "Belajar menjadi pengusaha", sehingga Duit bagi kami, datang semata atas kemurahan Allah saja. Kalau saya mengandalkan keahlian saya… ha ha ha, sudah pernah saya coba dan ancur…..πŸ˜…wkwkwk.

[11:11, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Sekarang tugas kami adalah berusaha, bersyukur dan berserah. Saya berusaha sebaik mungkin dibidang saya dan membantu pekerjaan rumah, istri saya berusaha sebaik mungkin ngurusi rumah tangga dan membantu saya, anak saya berusaha sebaik mungkin sesuai kapasitasnya. Sisanya kami berdoa dan berserah.

[11:13, 4/21/2021] IG - Bang Fahmi @Kurir Buku: Susah kah…. Wuih susah puollll diwal-awal merubah mindset beginian…. terbiasa mendulukan egoπŸ˜‚πŸ˜‚ wkwkwk.


Sampai akhirnya kami berkesimpulan bahwa keluarga adalah “bounding” rezeki. Bounding ini Cuma istilah saya saja he he he…. bukan basa inggrisπŸ˜‚. 


Kalau kita bisa mengharmoniskan bounding ini, memahami peran masing-masing dan saling mendukung, insyaAllah rezekinya juga akan harmonis.


Sebaliknya kalau bounding ini dirusak oleh rasa-rasa ego dari anggota keluarga, ya… rezekinya akan begitu rupa.


OKe deh sudah agak siang… happy day… happy rezeki… semoga hari anda baik, hidup anda baik dan rezeki anda jauh lebih baik...


Aamin aamiin Ya Robbal'alamin


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

[11:14, 4/21/2021] +62 857-4774-0749: Aamiin...🀲🏻🀲🏻🀲🏻

[11:17, 4/21/2021] +62 878-5168-7788: Bonding

Pilar

Keluarga

Ego

Mengalirkan 

Rasa

Nriman

Syukur

Smakin

Kuat

😍

[11:20, 4/21/2021] +62 838-3862-9966: Aamiin

[13:36, 4/21/2021] Lialmasari GVI: Naiknya seratus persen masya Allah

No comments:

Post a Comment

Abundance Race Day 29

 πŸ― Materi Abundance Race 29🏯 🧘🏻‍♂️ RELATIVITAS WAKTU , KETENANGAN JIWA dan REZEKI 🧘🏻‍♀️ Pernah tidak mengalami, saat kita sedang dalam...