Friday, April 16, 2021

Abundance Race Day 05

🏯 Materi Abundance Race Hari 5 🏯


Re – Aksi

Pada postingan kemarin tentang proses penciptaan telah diungkapkan bahwa stepnya adalah;

1. Ide, kilasan pikiran, kehendak bebas  yang ada di kepala (Thought) Iradhat-Karsa

2. Diungkapkan dalam bentuk narasi atau tulisan atau gambar rancangan (Word)Kalam-Kata

3. Diwujudkan dalam bentuk aksi (Action)Qudrat-Karya

Telah disinggung pula bahwa seringkali yang membuat gagal bukan karena kurangnya aksi/action. 😊

Banyak orang yang luabiasa keras  action nya namun hasilnya ya begitu-begitu saja. Mereka focus pada step no 3. Namun abai pada step no 1.

Kebanyakan orang juga bersifat re-aktif terhadap proses kehidupan. Gerakanya spontan ketika ada stimulus datang, jadi tanpa pernah melalui step no 1.


Misalnya

ketika berkendara dan disalip orang langsung panas dan mengejar. Kenapa proses ini yang terjadi ?

Kenapa ide ini yang muncul ?

kenapa kehendak ini yang muncul ?

Sesuatu yang muncul otomatis itu karena kebiasaan atau repitisi, artinya proses pikiran di step 1 di bypass oleh habit, kebiasaan yang akhirnya menjadi belief. 


Beliefnya bilang kalau ada orang menyalip tiba-tiba itu berarti kurang ajar, menantang dan harus diberi pelajaran.


See…, semua berjalan sangat cepat , seolah langsung ke step 3 aksi.

Seandainya, dia berpikir begini; 

“oh mungkin dia buru2 karena,  dikabari orang tuanya sedang kritis”, tentu step 3 nya akan beda..😊 paham ya

 ❤️ Nah, kemampuan berpikir berbeda dari kebiasaan sebelumnya ini tidak datang begitu saja.


Ia perlu mendapatkan input pengetahuan dari luar, atau belajar dari pengalaman sebelumnya baik dari diri sendiri maupun orang lain. 


Tidak heran David Hawkins mengatakan “seringkali kegagalan finansial seseorang BUKAN karena kurangnya skill namun lebih pada level kesadaran dalam dirinya”.

 Baik, supaya lebih mudah saya contohkan.


Dari dulu sebenarnya pekerjaan saya dengan sekarang ya kurang lebih saja. Namun mengapa dulu sepertinya begitu sulit finansial saya bertumbuh, boro-boro menabung, setiap dapat duit selalu habis. Pendeknya selalu kurang… minus..πŸ˜…


Dulu setiap kali istri saya minta sesuatu dan saya ga ngerti harus memberinya dari mana pikiran saya langsung ngeblock, emosi saya naik, saya langsung memotong semua keinginannya yang menurut saya tidak relevan itu dengan ketus

Anda bisa menduga kira-kira vibrasi apa yg saya kirimkan ke mekanisme semesta waktu itu ?.

Setelah  lebih memahami dan saya pun belajar konsep ke-Tuhanan, microcosmos-macrocosmos dan belajar berbagai ilmu pemberdayaan diri.


Cara berpikir saya mulai berubah (thought – step 1), saya mulai menyadari semua kebiasaan saya yang salah, cara berpikir reaktif saya yang salah.

 Saya banyak istigfar minta ampun pada Tuhan, minta maaf pada istri dan anak saya.


Sekarang kalau istri saya minta apa saja selama masih wajar ha ha haπŸ˜†,  selalu saya “iya” kan.


Padahal posisinya juga sama sperti dulu, saya ga tahu akan bisa memberinya darimana.


Itu karena belief saya sudah berubah, yang memberi rezeki itu Tuhan, bukan pekerjaan saya, dan kalau mahluknya meminta pasti Tuhan akan mengabulkanya entah lewat jalan mana dan melalui siapa. 


Tugas saya cuman meng “iya” kan, agar jalannya terbuka bukan memblock seperti dulu..😊

Belief adalah sesuatu yang dianggap benar. Ketika itu benar-benar diyakini, maka itulah yang terjadi. Jadi memilih belief yang benar itu penting ya…. ha ha ha..πŸ˜‚

Sudah barang tentu prosesnya tidak seperti membalik telapak tangan, perlu waktu dan bertahapπŸ˜‚. 


Untungnya istri saya juga mau belajar dan bertumbuh, sehingga konsep pada tataran step 1 – thought itu tadi bisa berjalan beriringan. 


Kadang namanya manusia ada juga keinginan untuk cepat, setelah saya jawab “iya” kadang dia nanya juga “kapan?”, lalu saya bilang “saya tidak tahuπŸ˜‚” karena saya memang tidak tahu, saya bukan Tuhan.


Namun saya yakin Tuhan telah menjalankan proses nya ketika saya bilang “iya” itu tadi.

Oke… 

kembali ke laptop. 


Mengapa judulnya “re-aksi”, re- artinya berulang, jadi “re-aksi” adalah aksi yang berulang. Tanpa kita sadari kita sering mengerjakan sesuatu karena factor kebiasaan saja, dus sebenarnya ditingkat “kesadaran”, kita sekedar mengulang kesadaran yang sama, ditingkat vibrasi atau vibrasi kita mengulang vibrasi yang sama, kita menebarkan frekuensi yang sama, kita juga mengundang vibrasi dan frekuensi yang sama. 


Jadi ya jangan heran kalau kejadianya ya kurang lebih sama.

 Itu sebabnya, saya tidak berhenti berinvestasi di step 1 ini, saya yakin apa yang saya fahami akan merubah hidup saya, syukur-syukur kalau berguna bagi orang lain..πŸ€—


Sekian

〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

No comments:

Post a Comment

Abundance Race Day 29

 πŸ― Materi Abundance Race 29🏯 🧘🏻‍♂️ RELATIVITAS WAKTU , KETENANGAN JIWA dan REZEKI 🧘🏻‍♀️ Pernah tidak mengalami, saat kita sedang dalam...